Selasa, 01 November 2011

M.S.A.H


“Garis Kerinduan Dalam Cinta”
            Teman temanku bilang aku gila, ya memang aku gila tapi bukan berarti tidak waras. Semua itu berawal satu tahun yang lalu. Ada seseorang yang membuatku bisa selalu tersenyum dan tertawa setiap mengingatnya. Aku tergakum kagum pada sosok seorang anak lelaki berusia 13 tahun, dia bernama Mario Stevano Aditya Haling. Saat pertama melihat dia di layar televise aku benar benar langsung jatuh hati padanya. Matanya yang indah dan sayu serta ketampanannya sukses membuatku terbius olehnya tetapi terlepas dari itu semua, suaranya yang lembut dan alunan gitanya yang merdu mampu membuat semua orang larut dalam setiap kata yang dinyanyikannya.

          Aku selalu merelakan waktu akhir pekanku bersama teman teman hanya untuk melihat penampilan dia di salah satu panggung ajang pencarian bakat di TV. Bahkan aku juga sesekali merelakan pulsaku untuk mengirimkan sms dukungan supaya dia bias menjadi pemenang. Walau teman temanku sering jengkel dengan tingkahku tapi aku tidak perduli. Suatu hari aku ditawari salah satu temanku untuk masuk sebuah komunitas yang mereka beri nama RISE, isinya adalah para remaja yang memilii idola yang yang sama yaitu Mario, aku pun dengan senang hati menerima tawaran itu. Selama menjadi anggota aku mendapat banyak pengalaman dan teman yang banyak dari berbagai daerah di nusantara dari mulai pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi sampai daratan Flores. Kami bisa saling berbagi informasi dan saling curhat curhatan tapi nggak sampai curhat masalah pribadi lho, hehe J. Ya walaupun aku tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan mereka tapi aku merasa nyaman bisa kenal dan berteman dengan mereka. Itu mungkin karena kami memiliki satu tujuan yang sama.
          Kini tak ada lagi syair syair indah yang menghiasi hidupku. Aku selalu berharap semoga dia bisa muncul kembali di layar kaca televise. Aku sangat rindu padanya, aku ingin mendengar kembali suara suara lembutnya. Terkadang terbesit dalam khayalanku untuk bisa memilikinya tapi aku sadar itu takkan mungkin terjadi, aku dan dia sangatlah berbeda dan terpaut jarak yang sangat jauh kita takkan mungkin bersatu. Selama ini aku hanya bisa berharap dan berharap untuk bisa bertemu dengan dirinya. Mungkin bertemu dengannya adalah bunga tidur semata bagiku. Tapi tak ada salahnya ku berharap sesuatu yang tak mungkin kudapatkan saat ini. Karena kata orang cinta itu tak harus memiliki .
          Walaupun dia tidak pernah bertemu denganku bahkan mengenalku sedikit pun aku akan selalu mengidolakannya karena dia memberikan banyak sekali inspirasi untukku dan membuatku percaya tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita terus belajar dan berusaha. Aku akan belajar mengikis satu persatu harapan harapan dan menjadikan harapan itu menjadi indah pada waktunya.


--Tamat-

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar