Selasa, 10 April 2012

Ini dramaku waktu mapel Bahasa Indonesia :-D



    Aziz khoirul Fikri Doni
Penokohan : Baik hati, perhatian, penakut (takut hantu)

Selviana Fransiska Jannah Lisa (adik Doni)
Penokohan : Manja, penyayang

Ulfayatul Hidayah   Rosa
Penokohan : Cuek, pemberani, jail

Tiara Miranti ↔ Marni
Penokohan : Jail, baik

Huzaeva Ibeknu Rohman ↔ Adam
Penokohan : Jail, baik



"SI PENAKUT"
(DEMI CINTA APAPUN KULAKUKAN)



            Di sebuah rumah tinggallah Doni dengan adiknya yang bernama Lisa, mereka hanya tinggal berdua. Ibunya pergi ke Saudi Arabia menjadi TKW sedangkan ayahnya menikah lagi akibat kesepian dan tinggal bersama istri mudanya. Doni yang memang penakut tidak berani tinggal di rumah sendiri padahal siang hari terlebih lagi pada malam hari. Kemana-mana Doni harus ditemani Lisa. Walaupun jengkel dengan ulah kakaknya namun Lisa tetap dengan senang hati memenuhi keinginan kakaknya karena hanya Donilah yang Lisa miliki untuk saat ini. Di suatu malam Doni dan Lisa sedang berbincang-bincang.


Lisa : “Kak sepi ya, setiap hari hanya kita berdua yang ada di rumah ini.”
Doni : “Ya memang beginilah keadaannya lis, terima saja.”
Lisa :  “Tapi coba kakak bayangkan, makan berdua, masak berdua, ngobrol berdua, sampai-sampai ke toilet saja kakak selalu minta aku temani.”
Doni : “Hussss, yang itu jangan di bahas. Malu tahu.”
Lisa : “Iya deh iya, tapi memang kenyataannya seperti itu.”
Doni : “Tapi tidak perlu di bahas juga kan lis?”

          Tiba-tiba di sela-sela perbincangan.

Doni : (menahan kencing) “Aduh, duh duh…”
Lisa : “Kenapa sih kak, aneh banget gayanya?”
Doni : “Hhhmmm. Lisa sayang kakak ingin ke toilet nih, tolong antarkan ya!”
Lisa : “Tuh kanpasti aku yang jadi korban, tidak mau ah. Masa tidak malu sih    kak sudah besar tahu.”
Doni : “Ayo dong, kebelet nih nanti keluar di sini malah bahaya lho.”
Lisa : “Iya deh, aku antarkan tapi besok belikan coklat ya kak!”
Doni : (menarik tangan Lisa) “Gampang, ayo antarkan kakakmu dulu.” 


          Doni menarik tangan Lisa dan berjalan menuju toilet. Beberapa menit kemudian setelah kembali dari toilet, mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka.

Doni   : (sembari duduk) “Ah lega.”
Lisa    : “Kakak lega aku yang merana L.”
Doni   : “Lisa sayang mau kan bantuin kakak kamu yang ganteng ini?”
Lisa    : “Bantuin apa kak? Kalau di suruh mengantarkan ke toilet lagi aku tidak mau.”
Don    : “Bukan-bukan, bukan itu maksud kakak. Langsung saja ya, jadi gini kamu tahu Rosa bukan?”
Lisa    : “Tahu tahu, ada masalah apa kak sama dia?”
Doni   : “Kakak naksir lis sama dia, kamu mau ya tolongin kakak untuk dekat dengan dia?”
Lisa   : “Itu sih mudah. Tapi kan rumah Kak Dona di samping kuburan nanti kalau kakak jadian dengan Kak Rosa jangan bilang kalau mau ke rumah Kak Rosa aku harus mengantarkan kakak ke rumahnya.”
Doni   : “Ayo dong Lisa cantik, nanti kalau tidak kakak mau bunuh diri, tuh gantungan dan talinya sudah ada tinggal di pasang saja.”
Lisa   : (sembari ketakutan) “Ngeri banget kak jangan nekat gitu, iya deh nanti aku bicara dengan Kak Rosa tapi jangan gantung diri ya”
Doni   : (sembari mencubit pipi Lisa) “Nah gitu dong itu namanya adik yang baik.”
Lisa   : (mengelus pipinya) “Sakit tahu kak.”

          Kesokan harinya, sepulang sekolah Lisa menemui Rosa di rumahnya dan membicarakan tujuan dia dating ke rumah Rosa. (duduk di teras)


Rosa  : “Hai Lisa, kok tumben main kesini ada perlu apa?”
Lisa   : “Gini lho kak, Kak Doni itu sebenarnya suka banget sama Kak Rosa. Jadi ceritanya aku mau ngebantu kakakku untuk bias dekat dengan kakak. Kak Rosa sendiri bagaimana suka tidak dengan Kak Doni?”
Rosa   : “Jujur ya lis aku itu dari dulu sebenarnya suka dengan kakak kamu karena selain ganteng dia juga baik hati, perhatian lagi, hanya satu yang aku tidak suka dari kakak kamu dia itu penakut kelas berat.”
Lisa   : “Ya itulah kakakku, jadi kakak mau tidak menerima Kak Doni?”
Rosa  : “Aku mau banget lis asalkan kakak kamu bias jadi pemberani.”
Lisa   : “Lalu gimana kak? Itu merupakan hal tersulit untuk Kak Doni.”
Rosa  : “Kakak punya rencana lis, gini saja besok malam kamu antarkan kakak kamu ke kuburan samping rumahku tapi jangan sampai kakak kamu tahu kalau itu kuburan, lalu kamu tinggalkan dia sendiri di situ, bilang saja aku yang mneyuruhnya menunggu disana. Kalau dia benar-benar mencintaiku pasti dia mau menungguku disana.”
Lisa   : “Ok deh kalau begitu kak, akan aku laksanakan tugasku dengan baik. Sekarang aku pulang dulu ya kak. Assalamu Alaikum.”
Rosa  : “Waalaikumsallam, hati-hati di jalan.”

          Besok malamnya, sesuai dengan rencana Doni menunggu Rosa di suatu tempat yang tidak ia ketahui yaitu kuburan. Tiba-tiba dari kejauhan Doni melihat dua sosok hantu penasaran dan secara perlahan hantu tersebut menhampiri Doni dan seolah olah hantu itu akan mencekik dan membunuh Doni. Alhasil Doni pun sangat ketakutan sampai terkencing-kencing dan akhirnya pingsan. Lisa yang kaget melihat kakaknya pingsan segera menghampiri Rosa.


Lisa   : (sembari marah-marah) “Kak kenapa jadi begini? Lihat Kak Doni sampai pingsan (menunjuk Doni).”
Rosa  : “Tunggu-tunggu, jangan marah-marah dulu. Lihat ini bukan hantu asli, mereka tetangga kita Marni dan Adam. (Marni dan Adam membuka kostum hantu mereka)
Marni : “Iya lis jangan marah-marah nanti cepat tua lho.”
Adam : “Keriput baru tahu rasa kamu.”
Marni : “Ya sudah, jangan bertengkar lebih baik kita tolongin Kak Doni!”
Adam : “Benar tuh, ayo cepat.”





          Mereka berempat menghampiri Doni yang tergeletak di tanah.

Adam : (menggoyang goyangkan badan Doni) “Don, bangun-bangun payah loe don.”
Marni : “Tunggu-tunggu, kok bau pesing ya?”
Adam : “Jangan-jangan Doni ngompol.”
Marni : “Hahahahaha, iya tuh celananya basah.” (semua tertawa)

          Tidak lama kemudian Doni siuman dan melirik ke sekelilingnya. Baru saja sadar tiba-tiba dia menjerit sambil gelagapan. Adam pun segera menyadarkan Doni kembali. Setelah Doni sadar mereka berempat menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

 

Rosa   : “Jadi gitu don ceritanya.”
Marni : “Iya jadi intinya kita semua ngejailin kamu supaya kamu tidak menjadi penakut lagi.”
Adam  : (menepuk pundak Doni) “Jangan marah ya kawan.”
Lisa    : (senyum nakal) “Iya kak jangan marah ya, peace.”
Doni   : (sembari tersenyum) “Iya deh, aku maafin kalian semua.”
Marni : (mengulurkan tangan) “Tos dulu dong??”
Semuanya : “Sukses.”

          Akhirnya Doni menyadari kekeliruannya selama ini. Dia tidak perlu takut hantu, karena hantu itu tidak ada. Ketakutan itu muncul dari dirinya sendiri. Yang harus dilakukakan bagaimana dirinya menghilangkan perasaan takut atau bayangan terhadap hantu.

Pesan :
Ø      Phil Collins mengatakan “cinta dapat membuatmu melakukan suatu hal yang tidak mungkin”.
Ø      cinta juga dapat membuatmu melupakan hal bahkan yang tidak kamu sukai sekalipun.

Kamis, 22 Maret 2012

Penyiar Radio, Apa itu??


 created by : Ulfayatul Hidayah 
(kunjungan ke Radio Gema Surya FM. Sabtu, 18 Februari 2012)

Apa yang anda ketahui tentang seorang penyiar radio?? Menjadi seorang penyiar radio tak semudah kedengarannya tetapi akan terasa mudah jika anda memiliki niat untuk mendalaminya, apalagi jika anda sudah terlanjur terjun ke dalamnya anda akan merasa seperti kecanduan dengan kegiatan ini.
            Untuk menjadi seorang penyiar radio ada beberapa kecakapan yang harus dimiliki seorang penyiar. Kemampuan berbicara merupakan modal awal modal utama anda menjdi seorang penyiar radio. Karena tugas dari seorang penyiar radio itu sendiri adalah berbicara atau lebih tepatnya berinteraksi dengan para pendengarnya. Selain kemampuan berbicara yang kedua adalah keberanian, keberanian pun sangatlah penting untuk bekal seorang penyiar. Kecakapan yang ketiga yaitu kualitas vokal. Mengapa kualitas vokal termasuk dalam hal yang harus dimiliki seorang penyiar? Jawabannya, karena seorang penyiar radio menghibur pendengarnya melalui suaranya, jika kualitas vokal serorang penyiar kurang baik maka pendengar pun merasa enggan untuk mendengarkannya.
            Kecakapan lainnya yaitu kemampuan menggunakan teknologi, karena dalam siaran penyiar dituntut untuk bisa mengoprasikan teknologi seperti contohnya untuk pengaturan volume suara/musik, penggunaan komputer, dll. Istilah kerennya seorang penyiar itu tidak boleh (gaptek) gagap teknologi. Kecakapan yang kelima yaitu memiliki wawasan dan pergaulan yang luas, penyiar haruslah selalu mengikuti perkembangan informasi atau berita lokal maupun interlokal. Informasi tersebut bisa digunakan untuk bahan tambahan saat siaran. Dan kecakapan yang terakhir adalah kepribadian yang baik. Attitude itu harus selalu di jaga saat jam terbang siaran maupun di luar jam terbang. Serta selalu ramah tamah kepada semua pendengar.
            Salah satu penyiar di Radio Gema Surya FM Ali Mahendra menjelaskan hal-hal yang persiapkan matang-matang sebelum anda melakukan siaran diantaranya adalah suara penyiar, mempertimbangkan pendengar, berita yang akan disiarkan hari ini, iklan-iklan, paparan informasi, mempersiapkan lagu-lagu yang akan diputar dan yang terakhir interaktif.
            Selain beberapa hal di atas hal yang harus diperhatikan lainnya yaitu mengenai pengaturan jam tayang. Biasanya sebelum mengudara penyiar mempersiapkan sebuah kertas yang isinya jadwal hal apa saja yang nantinya akan disiarkan berikut waktunya. Pengaturan jam tayang dibuat dengan menggunakan media clocking. Pengaturan jam tayang ini setiap kali siaran tidak boleh sama.

Seperti contohnya,
·        5 menit opening atau pembukaan biasanya diisi dengan lagu-lagu yang saat itu sedang gempar di pasaran, agar bisa menarik minat para pendengar.
·        Setelah opening di lanjut dengan paparan informasi.
·        Kemudian di selingi dengan lagu-lagu kembali.
·        Setelah pemutaran beberapa lagu, lalu di isi dengan suara penyiar, dalan hal ini penyiar tidak boleh membosankan hal-hal yang di utarakan harus sopan dan bermutu bisa juga diisi dengan bercandaan yang penting tidak monoton agar para pendengar tetap terhibur.
·        Kemudian biasanya dilanjut dengan pemutaran lagu-lagu permintaan pendengar.
·        Selanjutnya diisi dengan paparan informasi atau berita atau iklan.
·        Dst.


Pada jaman dahulu penyiar radio itu siaran sambil membaca skrip yang telah dibuat sebelumnya, jadi apapun yang akan disampaikan nanti saat mengudara sudah tertulis lengkap di dalam skrip jadi penyiar hanya tinggal membacanya. Tetapi saat ini hal terebut sudah tidak di terapkan lagi Karena di rasa kurang efektive, maka dari itu saat ini kemampuan berbicara dan wawasanlah yang di andalkan saat melakukan siaran.
Berita yang akan disiarkan atau diputar sudah direkam sebelumnya dan di jadwal penyiarannya. Di dalam setiap berita selalu ada suara asli narasumber karena sebagai bukti bahwa pihak reporter radio turun langsung ke lapangan untuk meliput kejadian tersebut dan supaya pendengar percaya bahwa berita tersebut benar-benar real tidak hoak (tidak terbukti kebenarannya).
Semua materi lagu-lagu yang datang langsung dari label rekaman akan langsung diproses di dapur musik untuk dijadikan satu file. Hal ini dilakukan untuk mempermudah saat pemutaran lagu.
Pepatah mengatakan “jika ada kemauan, pasti di situ ada jalan” maka dari itu jika anda berminat untuk menjadi seorang penyiar radio, anda bisa memulai belajar mendalaminya dari sekarang sampai tiba saatnya anda akan berdiri melihat apa yang anda sudah jalani . Gapailah selalu mimpimu, jangan pernanda akan berhenti sampai kau temukan apa yang kau cari, walau jatuh bangkitlah kembali dan lihatlah keajaiban pasti terjadi.


Kamis, 01 Maret 2012

"Guratan Kisah di Jogja"


 created by : ulfayatul hidayah

Tanggal 26 Desember 2011 SMAN 1 SAMBIT mengadakan kunjungan apresiasi seni ke Jogjakarta yang diiikuti oleh siswa siswi SMAN 1 SAMBIT dan beberapa Pembina. Namun keberangkatan para peserta apresiasi seni tertunda satu setengah jam dikarenakan adanya pergantian bus. Sebelum perjalanan kami berdoa bersama terlebih dahulu, setelah  semuanya siap tepat pukul 03.00 WIB rombongan berangkat dari Ponorogo menuju Jogjakarta. Dia awal perjalanan parpeserta terlihat sangat bahagiA.
          Setelah adzan subuh berkumandang sekitar pukul 04.30 WIB kami berhenti sejenak di masjid untuk menunaikan ibadah shalat subuh. Setengh jam kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta. Pukul 08.30 WIB rombongan kembali berhenti untuk sarapan pagi, setiap peserta mendapatkan bagian masing-masing  yaitu satu kotak nasi lengkap dengan aqua dan jeruk. Para peserta terlihat sangat lahap menyantap makanan mereka masing-masing. Satu jm kemudian rombongan kembali melanjutkan perjalanan, beragam cara mereka lakukan untuk mengisi waktu selama perjalanan ada yang bercanda bahkan ada juga yang tidur.
          Jalanan sangat ramai sekali karena hari ini masih dalam suasana natal dan juga bertepatan dengan hari libur, tidak jarang kami terjebak macet sehingga perjalanan sedikit molor dan tidak sesuai jadwal.
          Pukul 11.50 WIB kami tiba di objek pertama yaitu candi Borobudur, sebelum masuk ke kawasan candi kami terlebih dahulu mengantri untuk mendapatan tiket. Ketika sudah memasuki kawasan candi kami disambut dengan alunan musik gamelan yang sangat indah. Di dalam candi par peserta menyebar, mereka sangat memanfaatkan waktu yang diberikan, ada yang berfoto, berbincang-bincang dan berfoto dengan turis mancanegara. 


                                         ( *me with Lafitna, Arya, Faisal )

Pemandangan yang disuguhkan sangat indah, udaranya pun begitu menyejukkan karena candi Borobudur berdiri di antara gunung-gunung yang mengeliliginya. Ketika keluar dari kawasan candi kami melewati susatu ruangan yang di dalamnya terdapat macam-macam benda ataupu makhluk hidup yang unik dan aneh, yang paling menarik ada manusia terpendek di dunia setinggi 55 cm dan baju terberat dan terbesar di dunia. Setelah itu kami masuk ke dalam museum borobudur dan untuk keluar dari wilayah candi kami harus melewati pasar borobudur, pedagang-pedagang di sana sangat ramah mereka menawarkan beragam pernak-pernik seba borobudur dari mulai kaos, replica candi, sandal, tas, dll.


                                 ( *di pintu masuk kawasan candi Borobudur )

          Setelah semua peserta berkumpul kembali, tepat pukul 15.00 WIB rombongan melanjutkan perjalanan menuju obek yang kedua yaitu Pantai Parangtritis. Tetapi para peserta sedikit kecewa setelah mendengar kabar bahwa dua objek yaitu Keraton Jogjakarta dan Museum Dirgantara batal dikunjungi karena waktu yang tidak memungkikan. Untuk mempersingkat waktu, kami makan siang di dalam bus.
Pukul 17.30 WIB rombongan tiba di objek yang paling dinanti oleh para peserta yaitu Pantai Parangtritis. Pemandangan yang disuguhkan sangat memanjakan mata, udara yang sejuk sera suar deburan ombak yang sangat indah terutama saat malam hari. Setelah puas bermain air di pantai kami membersikan badan lalu menjalankan ibadah shalat maghrib.

                                      ( *Parangtritis beach )
 
Pukul 19.00 WIB rombongan meanjutkan perjalanan menuju tempat terakhir yaitu pasar Beringharjo atau yang lebih dikenal dengan Malioboro pusat belanja di Jogjakarta. Setelah satu setengah jam perjalanan akhirnya kami tiba di Malioboro. Walaupun ditemani rintikan hujan para peserta tetap semangat untk berwisata belanja di Malioboro, segala pernak-pernik serba Jogja tersedia disana. Semakin malam suasana pasar semakin ramai oleh par pengunjung.
Pukul 22.30 WIB para peserta siap kembali pulang ke Ponorogo. Walaupun merka sangat lelah namun mereka tetap menampakkkan wajah ceria. Saat perjalanan pulang hampir semua peserta tetidur pulas. Tidak terasa pukul 03.30 WIB rombongan presiasi seni SMAN 1 SAMBIT tiba di sekolah dengan selamat tanpa kurang satu apapun. Alahamdulillah. . . .  (^.^”)

"Dalam Dentingan Kehidupan"


                   
Hari ini seperti biasa Iqbaal berangkat sekolah dengan mengendarai motor peninggalan ayahnya. Pagi yang cerah ditemani hangatnya matahari pagi sehangat senyum dan semangat Iqbaal yang membara.Tanpa ragu dia menyusuri jalanan yang masih licin akibat hujan semalam.
Dia tiba di sekolah tepat saat bel berbunyi, tanpa banyak bicara dia memarkir motornya dan segera berlari menuju aula sekolah. Hari ini khusus kelas XII tidak diadakan KBM, mereka semua berkumpul di aula untuk menerima tips-tips serta motivasi dan panduan untuk mnghadapi UN yang sudah menanti di depan mata.
          Setelah acara selesai Iqbaal bersama dua orang temannya segera menuju kantin untuk mengisi perut yang kosong sejak pagi. Setelah memesan makanan mereka duduk melingkar di satu meja sembari membahas mengenai motivasi-motivasi yang didapat saat sosialisasi tadi.
          “Sudah-sudah jangan ngomongin UN terus mendingan habisin dulu deh makanannya sebelum di serbu lalat-lalat nakal.” kata Deni memotong pembicaraan.
          “Selamat makan.” sambung Iqbaal.

Setelah makanan mereka semua habis. Tiba-tiba Deni kembali memulai pembicaraan.
          “Hai sob, 14 Februari sebentar lagi kan?” tanya Deni santai.
          “Hummpt, iya deh kayaknya.” jawab Iqbaal sembari melihat kalender yang ada di ponselnya.
          “Terus apa rencana kalian untuk valentine kali ini?” tanya Deni.
          “Belum ada rencana nih.” jawab Sandy.
          “Hei kalian nggak inget ya, kan kita sebagai muslim tidak boleh merayakan valentine. Iya kan??” Iqbaal mencoba mengingtkan teman-temannya.
          “Oh iya iya aku inget, tapi kan kita hanya memeriahkan saja.” kata Deni.
          “Merayakan sama memeriahkan apa bedanya Denot?? Valentine itu kan tidak ada dalam agama kita, jadi sebaiknya kita tidak perlu merakannya.” jelas Iqbaal dengan tegas.
          “Iya deh iya pak ustadz Iqbaal.” jawab Deni sambil memanyunkan bibirnya.

Perbincangan  mereka pun terus berlanjut  tetapi tiba-tiba langit terlihat mendung dan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pulang sebelum hujan menjebak mereka di sekolah.
          “Guys aku balik duluan yah??” kata Iqbaal sembari berjalan menuju parkiran.
          “Bal temen loe yang cakep ini nebeng sampai perempatan depan ya??” pinta Sandy.
          “Siap mas bos Sandy.” jawab Iqbaal dengan tegas seperti layaknya menjawab perintah dari atasannya.

          Di tengan perjalanan langkah Iqbaal dan Sandy terhenti ketika melihat selembar kertas yang menyita perhatian orang tertempel di papan mading. Di kertas tersebut tertulis “Bagi kamu-kamu yang memiliki potensi dan berminat mengikuti lomba Karya Tulis Remaja. Ayo buruan daftarkan diri kamu, datang langsung ke sanggar SASTRA CREW. Raih hadiah utama sebesar 1jt rupiah.”
          “Bal kamu kan jago nulis tuh, ikutan aja. Lumayan hadiahnya bisa buat traktir temen-temen.” celetuk Sandy polos.
          “Yahh itu sih maunya kamu San. Tapi kayaknya aku berminat nih, hmmmz tapi nanti deh di pikir-pikir dulu.” sahut Iqbaal.

          Setelah berpikir secara matang akhirnya Iqbaal memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut. Dengan penuh semangat Iqbaal membuat artikel mengenai kehidupan social jaman sekarang. Kata demi kata ia rangkai menjadi sebuah artikel. Keesokan harinya ia mengirimkan karyanya tersebut.
Sepuluh hari kemudian dia mendapat kabar bahwa artikel karyanya keluar menjadi pemenang dan mengalahkan ratusan peserta lainnya. Selain mendapatkan uang pembinaan dia juga mendapat piala serta piagam penghargaan. Dia sangat senang sekali tak terkecuali teman-temannya yang langsung mengantri minta di traktir.
          Sesampainya di rumah dia menyampaikan kabar gembira itu kepada ibunya, dia juga bermaksud memberikan uang tersebut untuk ibunya tetapi ibunya malah menolak pemberian anaknya itu.
          “Sudah kamu gunakan saja uang itu untuk keperluanmu sendiri, ibu masih punya simpanan untuk kebutuhan kita sehari-hari.” jawab ibunya dengan lembut.
          “Tapi bu, Iqbaal ikhlas kok. Ini untuk ibu saja Iqbaal belum butuh uang ini.” jelas Iqbaal.
          “Kalau kamu belum butuh sekarang, kamu simpan saja dulu uang itu. Suatu saat kamu pasti membutuhkannya.” jawab ibunya, sambil terus berusaha untuk menolak.
          “Ya sudah kalau ibu maunya begitu, Iqbaal shalat ashar dulu ya bu!!!” kata Iqbaal.
“Iya nak, jangan lupa berdoa.” jawab ibunya.

Selesai shalat Iqbaal berdoa.
“Ya Allah hamba ingin tetap bisa membuat mama slalu tersenyum agar hatinya bisa lupa akan bayang-bayang kepergian ayah 2 tahun silam. Jagalah slalu ia agar tetap bertahan di tengah kekalutan jiwanya. Berkatilah setiap langkah hamba, bimbinglah hamba agar slalu berada di jalanMu.” Ucap Iqbaal dalam hati.

          Setelah selesai shalat Iqbaal segera menuju ke kamar, dalam benaknya dia berpikir akan digunakan untuk apa uang sebanyak itu. Tanpa sengaja Iqbaal melihat kalender yang ada di atas meja belajarnya.
“*Mom’s birthday*” Iqbaal membaca tulisan yang ada di kalender.
“Oh iya tanggal 13 Februari kan ultah mama, kok bisa lupa sih. Payyah.” bisik Iqbaal dalam hati sembari menepuk keningnya.

Tiba-tiba terlintas ide di pikirannya. Dia teringat perbincangan di kantin tadi mengenai hari valentine. Dia berniat memberikan kejutan kecil-kecilan untuk ibunya yang berulang tahun tepat pada saat malam valentine. Dia berharap dengan kejutan ini bisa sedikit menghapus kesedihan ibunya.
          Sebelum tidur dia berpikir kejutan seperti apa yang akan dia persembahkan untuk ibunya. Keesokan harinya Iqbaal beserta adik sepupunya membeli berbagai barang yang dibutuhkan. Untungnya sore hari ini ibunya tidak ada di rumah jadi mereka memiliki waktu yang banyak untuk mempersiapkan semuanya.
          Ketika malam tiba Iqbaal dan adiknya sudah siap dengan ditemani sebuah cake coklat berbentuk hati, seikat bung mawar, sayur sup kesukaan ibunya dan tak lupa kado terindah yang dia persembahkan khusus untuk ibunya tercinya.
         
Saat mereka sedang asik membayangkan bagaimana ekspersi ibunya saat pulang nanti. Tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu. Mereka yakin itu adalah ibunya, dengan segera mereka membuka pintu dan menyalakan lampu yang sebelumnya sengaja dimatikan, sembari berteriak,
          “Surprize. . . . . . ”.

          Setelah pintu di buka, muka mereka seketika berubah saat menyadari bahwa yang dihadapan mereka bukanlah ibunya melainkan dua orang polisi dengan berseragam lengkap. Iqbaal terjatuh lemas tak berdaya di lantai setelah polisi memberitahu bahwa ibunya baru saja mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat kejadian dan sekarang sedang berada di Rumah Sakit untuk diperika lebih lanjut.

Ma, apa sebenarnya yang Allah rencanakan untuk Iqbaal, mengapa begitu cepat Allah menjemput mama. Sebelum mama pergi aku telah mempersiapkan sebuah kejutan istimewa untuk mama. Tapi sekarang semua itu sia-sia, mama telah pergi meninggalkanku untuk selamanya. Terima kasih selama ini sudah menjagaku dengan baik. Aku janji akan tetap membuat ayah dan mama bangga melihat anakmu ini dari atas sana. Tidak ada lagi yang bisa kuberikan selain do’a untukmu, Tunggu Iqbaal di surga ya!! I LOVE YOU MOM and I LOVE YOU DAD.” Itulah kata terakhir yang Iqbaal ucapkan sebelum meninggalkan gundukan tanah yang belum kering itu.
         
 Kini tinggallah Iqbaal sendiri dalam merajut benang-benang kehidupannya. Kekuatan dan ketabahan menjadi penopang dalam hidupnya. Kesedihan yang melanda hatinya tak mampu ia singkirkan bahkan senyum pun tak nampak di raut wajahnya. Walaupun hatinya kini rapuh tetapi seggenggam semangat dia tancapkan baik-baik dalam jiwanya karena dentingan kehidupan akan terus berputar. Dia percaya ini semua sudah menjadi kehendak Tuhan. Sebaris doa selalu dia sisipkan dalam setiap hembusan nafasnya agar ayah dan ibunya selalu bahagia di rumah-Nya.

J THE END J