Aziz khoirul Fikri ↔ Doni
Penokohan : Baik hati, perhatian, penakut (takut hantu)
Selviana Fransiska Jannah ↔ Lisa (adik Doni)
Penokohan : Manja, penyayang
Ulfayatul Hidayah ↔ Rosa
Ulfayatul Hidayah ↔ Rosa
Penokohan : Cuek, pemberani, jail
Tiara Miranti ↔ Marni
Penokohan : Jail, baik
Huzaeva Ibeknu Rohman ↔ Adam
Huzaeva Ibeknu Rohman ↔ Adam
Penokohan : Jail, baik
"SI PENAKUT"
(DEMI CINTA APAPUN KULAKUKAN)
Di sebuah rumah tinggallah Doni dengan adiknya yang bernama Lisa, mereka hanya tinggal berdua. Ibunya pergi ke Saudi Arabia menjadi TKW sedangkan ayahnya menikah lagi akibat kesepian dan tinggal bersama istri mudanya. Doni yang memang penakut tidak berani tinggal di rumah sendiri padahal siang hari terlebih lagi pada malam hari. Kemana-mana Doni harus ditemani Lisa. Walaupun jengkel dengan ulah kakaknya namun Lisa tetap dengan senang hati memenuhi keinginan kakaknya karena hanya Donilah yang Lisa miliki untuk saat ini. Di suatu malam Doni dan Lisa sedang berbincang-bincang.
Lisa : “Kak sepi ya, setiap hari hanya kita berdua yang ada di rumah ini.”
Doni : “Ya memang beginilah keadaannya lis, terima saja.”
Lisa : “Tapi coba kakak bayangkan, makan berdua, masak berdua, ngobrol berdua, sampai-sampai ke toilet saja kakak selalu minta aku temani.”
Doni : “Hussss, yang itu jangan di bahas. Malu tahu.”
Lisa : “Iya deh iya, tapi memang kenyataannya seperti itu.”
Doni : “Tapi tidak perlu di bahas juga kan lis?”
Tiba-tiba di sela-sela perbincangan.
Doni : (menahan kencing) “Aduh, duh duh…”
Lisa : “Kenapa sih kak, aneh banget gayanya?”
Doni : “Hhhmmm. Lisa sayang kakak ingin ke toilet nih, tolong antarkan ya!”
Lisa : “Tuh kanpasti aku yang jadi korban, tidak mau ah. Masa tidak malu sih kak sudah besar tahu.”
Doni : “Ayo dong, kebelet nih nanti keluar di sini malah bahaya lho.”
Lisa : “Iya deh, aku antarkan tapi besok belikan coklat ya kak!”
Doni menarik tangan Lisa dan berjalan menuju toilet. Beberapa menit kemudian setelah kembali dari toilet, mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka.
Doni : (sembari duduk) “Ah lega.”
Lisa : “Kakak lega aku yang merana L.”
Doni : “Lisa sayang mau kan bantuin kakak kamu yang ganteng ini?”
Lisa : “Bantuin apa kak? Kalau di suruh mengantarkan ke toilet lagi aku tidak mau.”
Don : “Bukan-bukan, bukan itu maksud kakak. Langsung saja ya, jadi gini kamu tahu Rosa bukan?”
Lisa : “Tahu tahu, ada masalah apa kak sama dia?”
Doni : “Kakak naksir lis sama dia, kamu mau ya tolongin kakak untuk dekat dengan dia?”
Lisa : “Itu sih mudah. Tapi kan rumah Kak Dona di samping kuburan nanti kalau kakak jadian dengan Kak Rosa jangan bilang kalau mau ke rumah Kak Rosa aku harus mengantarkan kakak ke rumahnya.”
Doni : “Ayo dong Lisa cantik, nanti kalau tidak kakak mau bunuh diri, tuh gantungan dan talinya sudah ada tinggal di pasang saja.”
Lisa : (sembari ketakutan) “Ngeri banget kak jangan nekat gitu, iya deh nanti aku bicara dengan Kak Rosa tapi jangan gantung diri ya”
Doni : (sembari mencubit pipi Lisa) “Nah gitu dong itu namanya adik yang baik.”
Lisa : (mengelus pipinya) “Sakit tahu kak.”
Kesokan harinya, sepulang sekolah Lisa menemui Rosa di rumahnya dan membicarakan tujuan dia dating ke rumah Rosa. (duduk di teras)
Rosa : “Hai Lisa, kok tumben main kesini ada perlu apa?”
Lisa : “Gini lho kak, Kak Doni itu sebenarnya suka banget sama Kak Rosa. Jadi ceritanya aku mau ngebantu kakakku untuk bias dekat dengan kakak. Kak Rosa sendiri bagaimana suka tidak dengan Kak Doni?”
Rosa : “Jujur ya lis aku itu dari dulu sebenarnya suka dengan kakak kamu karena selain ganteng dia juga baik hati, perhatian lagi, hanya satu yang aku tidak suka dari kakak kamu dia itu penakut kelas berat.”
Lisa : “Ya itulah kakakku, jadi kakak mau tidak menerima Kak Doni?”
Rosa : “Aku mau banget lis asalkan kakak kamu bias jadi pemberani.”
Lisa : “Lalu gimana kak? Itu merupakan hal tersulit untuk Kak Doni.”
Rosa : “Kakak punya rencana lis, gini saja besok malam kamu antarkan kakak kamu ke kuburan samping rumahku tapi jangan sampai kakak kamu tahu kalau itu kuburan, lalu kamu tinggalkan dia sendiri di situ, bilang saja aku yang mneyuruhnya menunggu disana. Kalau dia benar-benar mencintaiku pasti dia mau menungguku disana.”
Lisa : “Ok deh kalau begitu kak, akan aku laksanakan tugasku dengan baik. Sekarang aku pulang dulu ya kak. Assalamu Alaikum.”
Rosa : “Waalaikumsallam, hati-hati di jalan.”
Besok malamnya, sesuai dengan rencana Doni menunggu Rosa di suatu tempat yang tidak ia ketahui yaitu kuburan. Tiba-tiba dari kejauhan Doni melihat dua sosok hantu penasaran dan secara perlahan hantu tersebut menhampiri Doni dan seolah olah hantu itu akan mencekik dan membunuh Doni. Alhasil Doni pun sangat ketakutan sampai terkencing-kencing dan akhirnya pingsan. Lisa yang kaget melihat kakaknya pingsan segera menghampiri Rosa.
Lisa : (sembari marah-marah) “Kak kenapa jadi begini? Lihat Kak Doni sampai pingsan (menunjuk Doni).”
Rosa : “Tunggu-tunggu, jangan marah-marah dulu. Lihat ini bukan hantu asli, mereka tetangga kita Marni dan Adam. (Marni dan Adam membuka kostum hantu mereka)
Marni : “Iya lis jangan marah-marah nanti cepat tua lho.”
Adam : “Keriput baru tahu rasa kamu.”
Marni : “Ya sudah, jangan bertengkar lebih baik kita tolongin Kak Doni!”
Adam : “Benar tuh, ayo cepat.”
Mereka berempat menghampiri Doni yang tergeletak di tanah.
Adam : (menggoyang goyangkan badan Doni) “Don, bangun-bangun payah loe don.”
Marni : “Tunggu-tunggu, kok bau pesing ya?”
Adam : “Jangan-jangan Doni ngompol.”
Marni : “Hahahahaha, iya tuh celananya basah.” (semua tertawa)
Tidak lama kemudian Doni siuman dan melirik ke sekelilingnya. Baru saja sadar tiba-tiba dia menjerit sambil gelagapan. Adam pun segera menyadarkan Doni kembali. Setelah Doni sadar mereka berempat menjelaskan kejadian yang sebenarnya.Rosa : “Jadi gitu don ceritanya.”
Marni : “Iya jadi intinya kita semua ngejailin kamu supaya kamu tidak menjadi penakut lagi.”
Adam : (menepuk pundak Doni) “Jangan marah ya kawan.”
Lisa : (senyum nakal) “Iya kak jangan marah ya, peace.”
Doni : (sembari tersenyum) “Iya deh, aku maafin kalian semua.”
Marni : (mengulurkan tangan) “Tos dulu dong??”
Semuanya : “Sukses.”
Akhirnya Doni menyadari kekeliruannya selama ini. Dia tidak perlu takut hantu, karena hantu itu tidak ada. Ketakutan itu muncul dari dirinya sendiri. Yang harus dilakukakan bagaimana dirinya menghilangkan perasaan takut atau bayangan terhadap hantu.
Pesan :
Ø Phil Collins mengatakan “cinta dapat membuatmu melakukan suatu hal yang tidak mungkin”.
Ø cinta juga dapat membuatmu melupakan hal bahkan yang tidak kamu sukai sekalipun.






