Jumat, 09 Desember 2011

Tempat Yang Paling Indah (karya RISE)


===================


Aku....ku terlalu mencintaimu

Terlebih ku menggilaimu

Salahkah ku

hingga ku tak tahu arah hidupku

Ku telah buta karenamu

Tolong aku


aku terus berlari menembus lorong-lorong rumah sakit,hingga membuat rambut panjangku yang tergerai bergerak ke kanan-kiri seolah mengikuti langkah kaki-ku yang semakin lama semakin cepat..

Burung-burung berkicau seolah ikut merasakan keceriaan yang sedang kurasakan. Sudah kuduga,setiap sore dia pasti akan ada disana. aku mendekati seorang anak lelaki yang duduk persis di bawah pohon.

Hei...bukan! bukan duduk di bawah pohon!

tapi lebih tepatnya,yang kumaksudkan adalah duduk di kursi roda dan di bawah sebuah pohon ..





“lagi apa Zy?” tanyaku ceria,sambil melongok dia yang tengah asyik menuliskan sesuatu di Buku Biru kesayangan-nya ..

‘Buku Biru’ ,ya..begitulah dia sering memanggil buku itu.

Orang yang kupanggil -Zy- itu menoleh,lalu tersenyum padaku . manis,maniisss sekali senyumnya, bak malaikat yang sengaja dikirim Tuhan untuk menghiasi bumi ini. Dan eum..menghiasi hati ini juga, mungkin!

“kamu tadi liat kan Cha,aku lagi nulis?”

Aku memutar-mutar bola mata-ku,tak suka dengan jawaban yang dia berikan.



“ya maksud aku kamu lagi nulis apaan?”

“adadeh” jawaan yang singkat, namun berhasil membuatku memajukan bibir.

Dia mengacak-acak puncak kepala-ku dengan gemas.

“iiiihhhh Ozzzyyyy..” aku mendorongnya pelan, hingga akhirnya kami tertawa bersama .............


Ku lelaki yang tak bisa menangis..

Apa yang harus ku lakukan..


“Zy..” panggil-ku pelan

“hmm..” Dia menjawab tanpa menoleh ke arahku,rupanya Dia masih asyik melahap potongan-potongan martabak yang kubelikan sebelum menengok-nya tadi.


“aku pengen kamu janji deh?” ,ia menghentikan kunyahan-nya lalu menoleh ke arahku.

“janji??” Dia bertanya sambil mengernyitkan dahi-nya .Sebelum menjawab,aku menyempatkan untuk tersenyum sambil memandang wajahnya.





“4 Je 1 Ce sama dengan 5 JeCe” aku memamerkan ke-lima jariku kepadanya.

sepertinya dia terlihat semakin bingung mendengar jawabanku.Caraku mendeteksi tingkat kebingungan-nya adalah,dengan melihat jumlah lekukan-lekukan di dahi-nya.semakin banyak lekukan berarti dia semakin bingung.. haha..







“jangan tinggalin aku,Jangan lupain aku,Jangan suka bikin aku ngambek,Jangan pernah bikin aku nangis,dan Cepet sembuh ya”

Dia tersenyum,benar-benar hanya tersenyum tanpa melontarkan sepatah kata pun untuk membalas celotehanku.

“aku janji deh,setelah kamu sembuh nanti,aku akan temenin kamu buat cari kedua orang tuamu Zy..” ucapku bersungguh-sungguh sambil memegang tangannya .





“makasih ya Cha..tapi aku nggak janji yang soal nggak bikin kamu nangis dan nggak bikin kamu ngambek..hahaha..”





“Ozzzzyyyyy..” teriakku sebal sambil memukul-mukul bahunya pelan, hap! Dia meraih tanganku lalu menatapku..



ya Tuhan..dia menatapku dan memegang pergelangan tanganku erat..



dia tersenyum padaku,membuat aliran darahku berdesir lebih cepat dari yang biasanya..



menjadikan semburat-semburat merah muda nampak di pipi putihku..



menjadikan jantungku berpacu tak tentu arah...

waktu seakan berhenti ditempat....

ah ..perasaan apa ini?

Mungkinkah ini yang disebut dengan..

CINTA..

aku..ku begitu menginginkanmu

takkan mampu hidup tanpamu

mengertilah


aku menggigiti kuku cemas,gugup,dan segala macam rasa bercampur aduk di hatiku saat ini,aku mencoba memegang knop pintu itu,lalu kulepas,ku pegang lagi,dan ku lepaskan lagi..sudah hampir 15 menit aku hanya berdiri mematung di depan pintu kamar rawat. Aku ragu untuk masuk ke kamarnya,dan akhirnya dengan mengumpulkan seluruh keberanian yang ku miliki,aku memberanikan diri untuk memegang knop pintu itu, lagi..



belum sampai kutarik,pintu itu sudah terbuka sendiri ..dari dalam tersembul kepala manusia.

Aku dan dia sama-sama terhenyak,tapi hanya berlangsung beberapa detik saja,sebelum dia melempar senyum padaku.. aku masih diam terpaku memandangnya...

kata pertama yang terpikir saat aku melihatnya adalah,, cantik...

ya..dia memang terlihat cantik,bahkan sangat cantik..siapa dia?jangan-jangan....





“halo?kamu Acha ya?” sapa-nya ramah

“eh oh iy..ya aku Acha” aku tersadar dari lamunanku dan berusaha menjawab sebiasa mungkin

“kenalin,aku Oik Cahya,temennya Ozy di Panti Asuhan Bunda Kasih,panggil aja Kak Oik”

ia mengulurkan tangan ke padaku. Aku tersenyum simpul sembari menjabat tangannya.

baik sekali gadis ini,cantik pula..Apa mungkin dia.....

“ayo masuk,tapi Ozy-nya lagi tidur..ditunggu di dalem aja yuk sambil ngobrol-ngobrol..” ajaknya sambil meraih tanganku ..



Hingga kuingin kau genggam hatiku

Dan dekatkan pada hatimu

Tolong aku



aku duduk sendiri di bangku taman Rumah Sakit...

kata-kata Kak Oik tadi serasa terngiang kembali di telingaku..

sebenarnya Ozy terlahir ke dunia ini dengan sempurna tak kurang satu apapun.hingga suatu peristiwa mampu mengubah segalanya..

sewaktu usia-nya 5 tahun Ozy kecil sedang bermain bersama teman-temannya di bangunan tua belakang Panti Asuhan,malang tak dapat ditolak..



separuh bangunan tua itu roboh secara tiba-tiba hingga membuat 2 anak Panti tewas seketika, tertimpa reruntuhan..untungnya Ozy adalah salah satu korban selamat,namun..karena tertimpa kayu penyangga,saraf-saraf di kaki Ozy rusak dan mengakibatkan dia lumpuh...

aku menundukkan kepala yang terasa berat ini,tak terasa air mata ku menetes,mengingat cerita Kak Oik..aku tau Ozy lumpuh,tapi aku tak pernah tau apa sebabnya dia menjadi lumpuh..


Ku lelaki yang tak bisa menangis

Apa yang harus ku lakukan


Butuh waktu sedetik untuk bisa mencintaimu dan seumur hidup untuk menghapusmu dari ingatan serta hatiku..

Ohh benarkah itu?Dulu aku memang tak percaya dengan kalimat-kalimat semacam itu..

Namun kini..kini aku sendiri telah merasakannya,

Padamu.......


Bila kau menjadi milikku

Kan ku relakan semua sisa hidupku

Kan ku jadikan kau ratuku

Di tempat yang paling indah

Di hidupku


“Cha..” panggilnya

Aku berusaha tak menoleh padanya,hanya ingin sedikit membalas keusilannya beberapa waktu lalu yang juga mengacuhkanku saat aku memanggilnya. Aku tetap memfokuskan pandangan ke depan, ke arah matahari yang hampir tenggelam. Sudah menjadi kebiasaan kami setiap sore dan selama dua bulan terakhir ini..

Duduk di taman Rumah Sakit,dan menyaksikan Sang Surya yang akan segera kembali ke peraduan-nya..merelakan bulan dan bintang untuk menggantikan tugasnya menerangi bumi..



“Cha” panggilnya sekali lagi,kali ini aku menoleh



“iya,apa Zy?”





“ tiap sore kamu selalu nyempetin dateng ke sini,buat sekedar nemenin aku liat matahari terbenam.

padahal kalau kamu mau tau..disampingku ada sosok bagai matahari,yang sinarnya nggak pernah redup meskipun malam telah datang,jika siang ia adalah matahariku,dikala petang dialah Bintang bagiku..orang yang istimewa,dalam dunia ini dan juga dalam hatiku..”

“siapa mataharimu?aku ya?kan yang ada disampingmu Cuma aku?hahaha..”



aku tertawa lalu berhenti,seolah baru menyadari apa yang kuucapkan barusan. mengapa kata-kata bodoh itu terlontar begitu saja dari bibirku.. bodoh! Acha memang bodoh! Pikirku...

Aku menatapnya takut-takut,tapi..hei..tunggu dulu..



kenapa dia justru tersenyum menatapku?

“memang,kamulah matahariku..” tatapan itu berhasil membuatku tak berkutik . aku diam dan merasakan sesuatu yang panas merambat ke pipi-ku. Debar-debar halus memenuhi rongga hatiku.



“janji ya Cha..saat aku operasi nanti,kamu ada buat nemenin aku..aku nggak akan kuat tanpa kamu,karna aku sayang sama kamu Cha..”

Aku masih duduk dalam diam,kuberanikan diri menatapnya yang juga menatapku. Dari wajahnya terpancar satu kesungguhan dan ketulusan.

apa ini mimpi Tuhan?apa yang dikatakannya barusan adalah mimpi?sungguh kah ini kenyataan?

“maaf Cha aku lancang ngungkapin perasaanku,aku nggak mengharapkan kamu membalas cinta orang cacat seperti aku,aku hanya ingin kamu tau perasaan ku selama ini,aku hanya.. ”





“Ssstt..” aku menaruh telunjukku di bibirnya,membuatnya berhenti berucap

“kamu kenapa ngomong gitu Zy?kamu nggak boleh ngomong gitu! Aku..aku juga sayang sama kamu kok,aku bersedia nemenin kamu sampai kapanpun..dan Cuma waktulah yang bisa memisahkan kita”

Mataku berkaca-kaca,semakin dalam kutatap matanya semakin nyata keteduhan yang kurasakan..


Di hidupku..


Badanku terasa lemas,dunia seperti berhenti seketika..menghentikan segalanya..

Aku berjalan cepat menuju ruangan itu,aku memasukinya bersama Kak Lintar yang sedari tadi terus memegang tanganku,mencoba memberi satu kekuatan untukku tetap berdiri.

Kulihat seseorang dengan sekujur tubuh tertutupi oleh kain putih,ku coba memanggil namanya sambil mengguncang-guncang tubuhnya,ia tetap tak bergeming..

Dia..dia telah pergi......

“nggak mungkiinnnn...nggaaaakk mungkiinnn....” aku menggelengkan kepala kuat-kuat,ini pasti mimpi,ini semua pasti hanya mimpi ! baru 3 hari lalu dia berjanji untuk terus menjagaku,tapi kini kenyataannya?

“Kak Lintaaaar..jawab Achaaaaa Kaaaaaakk...ini pasti bukan Ozzzyyyy....pasti bukaaaannn Kaaaaaakk.” Aku menoleh ke arah Kak Lintar,mencoba mencari dukungan atas kebenaran yang ku lihat..

Kak Lintar memelukku erat,mengelus kepala ku dengan sayang.

“Cha..ikhlasin Ozy ya..biarkan dia tenang,jangan kamu buat dia semakin berat untuk menghadap Allah..sudah menjadi takdir Cha..ikhlasin ya..” nasehat Kak Lintar sambil merangkulku


Bila kau menjadi milikku

Kan kurelakan semua sisa hidupku

Kan ku jadikan kau ratuku

Ditempat yang paling indah

Ditempat yang paling indah

Di hidupku


Tante Irna menyerahkan sesuatu kepadaku,matanya terlihat sembab dan bengkak,tapi beliau tetap mencoba tersenyum..

“sebelum operasi,Ozy nitip ini sama tante,buat kamu Cha..mungkin dia sudah ada firasat akan pergi secepat ini..” ucapnya lirih sambil menahan bulir-bulir bening yang hampir saja menetes di pipinya.


Bila kau menjadi milikku

Kan kurelakan semua sisa hidupku

Kan ku jadikan kau ratuku

Ditempat yang paling indah

Di tempat yang paling indah



Aku duduk termenung di meja riasku sambil menimang-nimang bungkusan yang tadi diberikan Tante Irna,saat aku diminta-nya datang ke Panti Asuhan..kubuka bungkusan itu,



Buku Biru?? sudah lama sekali aku sangat penasaran dengan isi Buku itu, selama ini Ozy tak pernah mau memberitahuku apa isinya..

kubuka lembar pertama..


7 Agustus 2003



Hei..hari ini aku nemu buku di tong sampah depan perumahan elite,kenapa buku sebagus ini dibuang sih?huh dasar orang kaya! buku-nya bagus banget dan nggak sengaja aku nemuin,aku seneng banget..aku bakal kasih nama kamu Buku Biru..aku janji bakal rawat kamu..

Mulai sekarang kamu jadi sahabat aku yaaaaa bukuuuuu :)


Aku tersenyum membacanya,kubuka lembar-lembar berikutnya..


6 Desember 2004

Kata Tante Irna hari ini adalah hari ulang tahunku..tapi kenapa di ulang tahunku ini aku nggak pernah tau siapa orang tuaku yang sebenarnya? Bundaa ku siapa dan ayahku juga siapa? kenapa Ozy nggak pernah tau ya Allah..Ozy mohon..Ozy pengen ketemu sama orang tua Ozy..Ozy janji deh,kalo ketemu bunda sama ayah,Ozy nggak akan nakal lagi,nggak akan ngejailin Ray sampai nangis lagi,nggak suka ngunciin Deva di kamar mandi panti lagi..Ozy janji ya Allah..Pliss .


24 Juni 2014



Hari ini aku bertemu seorang gadis cantik di taman Rumah Sakit,ahh..cantik sekali gadis itu..ternyata namanya Acha..LARISSA SAFANAH ARIF..

melihatnya,seperti kekuatan baru bagi aku yang cacat iini..wajahnya,senyumnya..bagai peri kecil yang datang dari surga..apakah dia malaikat yang sengaja Engkau kirimkan untuk menerangi hidupku, Ya Allah..

tapi apa kah dia mau berteman dengan orang lumpuh sepertiku?dia kaya,cantik,dan punya segalanya? Sedang aku?hanya anak panti yang bahkan tak tau siapa orang tuanya. Hmm..maafkan aku ya Allah.. aku janji akan menjaganya hingga akhir hayatku..My Little Fairy..



Aku tersenyum getir..kulanjutkan kembali membuka halaman-demi-halaman..

Achaa..jangan nangis Cha,Jangan nangis! ,batinku...


15 September 2014

Sudah dua bulan ini aku tinggal di Rumah Sakit,aku harus terus menjalani Kemo terapi dan persiapan untuk operasi..Ya Allah Ya Rabb...mengapa aku harus merepotkan warga panti? Kenapa penyakit kanker ini harus hamba yang mengidapnya ya Allah?

coba tak kau datangkan orang sebaik Pak Joe yang mau membiayai pengobatan hamba,mungkin hamba telah lama pergi,dan tak sempat bertemu peri kecilku..ah..tapi aku telah memiliki firasat tak lama lagi akan pergi ..lalu bagaimana dengan Acha?siapa yang akan menjaga nya jika aku pergi? Ya Allah...satu yang sangat ku takutkan..apabila aku pergi tanpa sempat mengucapkan jika aku menyayanginya,sangat sangat menyayanginya..



ya Allah..jika memang telah waktuku pergi,kumohon berikan Acha seorang yang menyayanginya setulus aku menyayanginya,seorang lelaki yang mampu membuatnya bahagia dan menggantikan aku menjaga nya ya Allah..seorang lelaki sempurna untuk mendampingi hidupnya...

terima kasih ya Allah,telah kau pertemukan aku dan Acha di rumah sakit itu, ahh..disanalah akan jadi tempat yang paling indah yang pernah kudatangi ,tempat dimana Kau pertemukan aku dengan malaikat hatiku..yaitu ACHA..

sebelum aku pergi..hanya satu kalimat yang ingin ku ucapkan padanya..

“AKU SAYANG KAMU ACHA..”

Ozy ♥ Acha

FOREVEr

Aku menutup Buku Biru,entah sejak kapan lembar-lembar kertas itu telah penuh dengan bercak-bercak air mataku..aku benar-benar tak kuat lagi membendung tangisku,aku menangis sejadi-jadinya sambil membenamkan wajahku diantara dua lutut.

“aku juga sayang sama kamu,Zy” bisikku lirih

selesai
ini yang ikut lomba
jadi kirim jempolnya di grup ya..:)

Tempat yang paling indah

Di hidupku...............

==THE END==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar